sebelumnya, kita bikin perjanjian dulu ya. kalo setiap gue cerita tentang mimpi mimpi gue(dalam tidur). gue akan ngebentuknya sebuah cerpen. dan semua orang menjadi nama samaran. okey? lets start it.
-----------------------------------------------
malam itu aku, clara. menyiapkan semua kejutan ulang tahun. untuk teman yg sekaligus mantan kekasih ku. semuanya sudah seperti biasa. kita sudah jadi teman biasa.
tetapi memang setelah semua hubungan kita berakhir, kita belom pernah ketemu lagi. yg databone juga sma kita beda sekolah.
aku memberi kejutan bersama teman teman ku yg lain, zia, vero, alvin.
yg berulangtahun nanti pagi adalah fano. teman yg sekaligus mantan kekasih ku itu.
rencananya kita memberi kejutan ulangtahun pada fano adalah tengah malam yg menjelang subuh. dan malam ini kita menginap dirumah zia. berhubung rumah zia lah yg paling dekat dengan fano, jadi kita mempersiapkan segalanya dirumah zia.
kado dari kami masing masing sudah rapih dibungkus.
lilin yg nanti ditancapkan ke kue ulanngtahun fano berangka 16. sesuai umurnya.
kue ulang tahun yg sudah dipesan tadi sore sudah siap.
daaaan... yg kebagian memegang kue itu adalah aku!
aku sempat menolak tawaran zia itu. tapi setelah dibujuk dan sedikit dipaksa oleh vero dan alvin.. akhirnya aku mengalah. aku rasa memang ada sesuatu yg janggal disini
waktu menunjukan pukul setengah sebelas malam. semuanya sudah beres dan siap.
kita beristirahat sebentar sambil menunggu jam 23:15 sebelas lewat limabelas menit.
istirahat kita bukan berarti tidur. tetapi melainkan hanya merebahkan badan kita yg pegal.
waktu yg ditunggu tunggupun sudah lewat beberapa menit. kita langsung berangkat kerumah fano. menaiki motor. aku bersama alvin dan aku duduk dibelakang (karena memegangi kue). zia dan vero satu motor.
sebelum berangkat vero menelpon ibu fano yg ikut membantu dalam merayakan kejutan ini. ayah fano setuju setuju saja.
setelah sampai dirumah fano, gerbang sudah terbuka lebar. mungkin agar kita tidak harus memanggil manggil nama fano biar ada yg membukakan gerbang. jelas kemungkinan itu akan membuat fano terbangun.
ibu fano yg terkejut melihatku. (karna dulu waktu masih pacaran dengan fano, aku sudah diperkenalkan dengan ibunya)
"clara kamu datang juga?"
"iya tante" seraya aku salim
"ini benar-benar kejutan buat fano."
lalu dilanjutkan dengan tawa zia, vero, juga alvin.
ibu fano sudah mempersiapkan segalanya. menyuruh fano tidur jam 10 (karna biasanya fano insomnia).
akhirnya sebelum tepat jam duabelas malam (dimana saat tanggal ulangtahun fano tepat berganti)
vero menyalakan lilin yg berangka 16 itu.
seperti yg sudah sudah, bagian aku (membawa kue untuk fano) yg tadi nya aku anggap mereka sudah lupa. ternyata tetap saja aku yg kena.
mulai detik detik tengah malam 00.00
kita membuka pintu, fano masih terhenyak dalam tidurnya.
lalu kita melihat jam di kamar fano dan menunjukan inilah saatnya.
kita menyanyikan lagu happy birthday untuk fano. seraya diiringi dengan tepukan riuh alvin, fano pun terbangun.
terlihat kaget juga dia melihatku.
rasa malu, takut, deg degan, dan hati berdesir. semuanya menjadi satu berkecamuk yg aku rasakan. aku bahkan tidak bisa bernyanyi seperti yg lain. aku hanya tersenyum kikuk. saat fano masih diam menatapku.
lagu habis, dan karna aku yg memegang kue, zia pun mengasih isyarat. aku pun maju selangkah. juga fano yg berdiri dari tempat tidurnya.
dengan canggung, fano ingin meniup lilin, tetapi aku cegat.
"hey, make a wish dulu....." pintaku
fano terdiam. mungkin memikirkan apa yg harus dia wishes. atau dia wishes dalam hati?
dan semua pun diam menunggu fano.
"fan, lo make a wish dalam hati apa mau diucapin? lama amat mikirnya. lilinnya meleleh tuh" celetuk alvin.
fanopun tersenyum samar mendengan alvin berkata begitu.
dia pun menemukan suaranya. yg mungkin dari tadi tercekat?
"aku mau kamu. dan kenangan kita yg dulu." ucap fano memandangku saat dia menekankan kata kamu.
lalu fano pun meniup lilinnya.
aku. benar benar takbisa berfikir. saat itu juga... hati ini berdesir hebat. tak ada kata yg mewakili perasaan ini. aku benar benar masih menyayanginya seperti dulu..
berharap aku bisa menerimanya lagi... aku juga ingin kenangan kita dulu. tapi mengapa aku takbisa berkata sepatah pun? rasanya aku ingin menangis......
semua nya pun terdiam. termasuk ibu fano yg ada dalam ruangan yg sama. fano tidak memikirkan ada ibunya juga dalam ruangan yg sama. toh ibunya selalu mendukung fano demi kebahagiaannya-mungkin karna anak tunggal-
zia mengambil kue ulangtahun fano yg lilin berangka 16 nya sudah ditiup.
"sekarang giliran lo yg harus nemuin jawaban yg tepat. kesempatan gadateng dua kali loh ra" ucap zia padaku.
aku benar benar belum bisa menemuka suaraku. aku benar bisu sesaat. aku ingin menangis saat itu juga.
aku pun memeluk fano. semoga fano mengerti kalau pelukan ini adalah jawabannya. aku ingin dimilikinya seperti dulu. tangisanku membucah takbisa disembunyikan lebih lama lagi.. aku masih menyayanginya..
fano pun tersenyum dan membalas pelukanku. "aku tau kamu masih claraku yg dulu"
----------------------------------------------------